Breaking News

Penyemaian Iman dan Bakat di Tanah Marioriawa melalui PORSA Cup 5


Ilustrasi 


FEATURE NEWS PALAPA INFO


Oleh: Idris
Editor: Alimuddin


SOPPENG, PALAPA INFO — Di bawah langit Marioriawa yang teduh, riuh rendah semangat kepemudaan melebur dalam lantunan doa dan sportivitas. Lapangan Lamattanete, Kelurahan Manorangsalo, kini bukan sekadar hamparan rumput hijau, melainkan panggung bagi generasi muda untuk merajut potensi, mengasah bakat, dan meneguhkan sujud kepada Sang Pencipta.

Melalui tangan-tangan kreatif Ikatan Mahasiswa Pelajar Soppeng (IMPS) Rayon Marioriawa, perhelatan Pekan Olahraga, Seni, dan Agama (PORSA) Cup ke-5 resmi bergulir. Sejak 20 hingga 27 Juli 2026 mendatang, tanah Soppeng menjadi saksi bagaimana kompetisi tidak melulu soal menang dan kalah, melainkan tentang menebar inspirasi yang mengetuk pintu hati.

Aliran Keringat dan Keikhlasan Sinergi

Sebuah perhelatan besar tentu tidak lahir dari ruang hampa. Ada peluh, kerja keras, dan ketulusan yang berdenyut di balik layar. Ketua Panitia PORSA Cup 5, Muh Riyan Ferrari, atau yang karib disapa Ampes, berdiri dengan rasa syukur yang membuncah. Baginya, setiap gerak langkah kepanitiaan ini adalah wujud nyata dari gotong royong yang diberkahi.

"Dukungan dari semua elemen, mulai dari sponsor, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga partisipasi aktif seluruh peserta, adalah napas utama yang mengalirkan kesuksesan acara ini," tutur Ampes dengan nada penuh takzim.

Riuh rendah lapangan berganti khidmat saat Ketua Umum IMPS Rayon Marioriawa, Muh Tauhid Kurahman S, memberikan pandangannya. Bagi Tauhid, PORSA Cup 5 yang menjadi program kerja pemungkas periode 2025–2026 ini, memiliki esensi yang jauh lebih dalam dari sekadar riuh rendah turnamen. Ada misi suci yang dititipkan di pundak setiap peserta.

"Kegiatan ini adalah ruang aktualisasi diri, tempat tumbuhnya potensi, sekaligus madrasah agar kita tetap berpijak pada nilai-nilai keimanan dan kedaerahan," ujar Tauhid. 

Tatapannya menatap optimis ke arah kerumunan peserta.

"Kami berharap, dari sini lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, kokoh dalam spiritual, dan mencintai tanah leluhurnya."

Melintasi Batas Usia, Merajut Ukhuwah

PORSA Cup 5 kali ini terasa lebih humanis karena mampu meruntuhkan sekat-sekat usia. Lapangan Lamattanete tidak hanya milik para pelajar dan pemuda yang tangkas berolahraga atau piawai dalam seni. Di sudut lain, gema ayat suci dan selawat melantun indah dari perwakilan ibu-ibu majelis taklim se-Kecamatan Marioriawa yang turut ambil bagian.

Kehadiran mereka membawa warna tersendiri. Ada kehangatan, gelak tawa persaudaraan, dan atmosfer religius yang kental. Kompetisi olahraga, olah rasa dalam seni, serta olah jiwa dalam cabang keagamaan berpadu mesra menjadi satu simfoni ukhuwah yang indah.

Ketika matahari mulai condong ke barat di ufuk Marioriawa, PORSA Cup 5 terus berjalan membawa harapan. Ia tidak hanya meninggalkan catatan skor di papan lomba, tetapi sedang menanam benih-benih kebaikan. Sebuah ikhtiar mulia untuk memastikan bahwa di masa depan, Bumi Soppeng akan dipimpin oleh generasi yang tangannya cekatan membangun dunia, namun hatinya tetap terpaut pada rida Ilahi.

Tidak ada komentar