Breaking News

Menjemput Kepercayaan dari Pintu Rumah: Saat Bhabinkamtibmas Menghadirkan Negara dengan Sentuhan Kemanusiaan



Keterangan Gambar:

Bhabinkamtibmas Kelurahan Lapajung dan Kelurahan Salokaraja, Aiptu Ibrahim, didampingi Kasi Trantib Kelurahan Salokaraja, menyerahkan surat izin keramaian sekaligus memberikan edukasi kamtibmas dan sosialisasi layanan Call Center Polri 110 kepada keluarga penyelenggara pesta pernikahan di Tellang, Kelurahan Salokaraja, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Senin (13/7/2026). (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)


FEATURE NEWS
Oleh: Syamsuddin Andy


SOPPENG, PALAPA INFO – Ada pelayanan yang selesai ketika selembar dokumen diserahkan. Namun ada pula pelayanan yang baru benar-benar dimulai ketika petugas mengetuk pintu rumah, menyapa dengan senyum, lalu meninggalkan pesan-pesan kebaikan yang akan hidup lebih lama daripada tinta di atas kertas.

Di bawah kolong rumah panggung yang teduh di Tellang, Kelurahan Salokaraja, Kecamatan Lalabata, Senin (13/7/2026), pelayanan itu hadir dalam wajah yang sederhana namun penuh makna. Bhabinkamtibmas Kelurahan Lapajung dan Kelurahan Salokaraja, Aiptu Ibrahim, bersama Kasi Trantib Kelurahan Salokaraja, tidak sekadar mengantarkan surat izin keramaian. Mereka membawa pula amanah untuk menjaga ketenteraman, merawat persaudaraan, dan menanamkan kesadaran bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama.

Surat izin keramaian diserahkan kepada H. Alimin, S.Ag., M.Pd.I., selaku penanggung jawab pesta pernikahan yang dijadwalkan berlangsung pada 17–18 Juli 2026 dengan hiburan karaoke live. Penyerahan itu menjadi simbol bahwa negara hadir bukan hanya sebagai pemberi izin, melainkan sebagai sahabat masyarakat yang memastikan setiap kebahagiaan dapat berlangsung dalam suasana yang aman dan bermartabat.

Di sela suasana akrab yang ditemani secangkir kopi, Aiptu Ibrahim mengajak keluarga penyelenggara merenungi pentingnya menjaga keamanan lingkungan. Ia mengingatkan agar pesta tidak diwarnai penyediaan minuman keras, meningkatkan kewaspadaan terhadap pencurian kendaraan maupun barang berharga, memperhatikan batas waktu kegiatan, memastikan rumah tetap terkunci saat ditinggalkan, serta mewaspadai ancaman kebakaran yang kerap mengintai pada musim kemarau.

Tak hanya itu, masyarakat juga diajak lebih berhati-hati dalam transaksi gadai sawah dengan melibatkan pemerintah kelurahan sebagai langkah preventif menghindari praktik penipuan yang dapat merugikan warga.

Sebagai bagian dari pelayanan modern Polri, petugas turut menyosialisasikan Call Center Polri 110, layanan cepat yang dapat diakses masyarakat kapan pun ketika membutuhkan bantuan atau menemukan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Bagi Polri, menjaga keamanan bukan sekadar menunggu laporan datang. Menjaga keamanan berarti hadir lebih dahulu, mendengarkan, memberi nasihat, lalu berjalan bersama masyarakat agar setiap persoalan dapat dicegah sebelum menjadi musibah.

Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat merupakan bagian dari komitmen Polri dalam membangun kemitraan yang kuat dengan warga.

"Setiap kegiatan masyarakat harus menjadi momentum untuk mempererat kemitraan antara Polri dan warga. Melalui sambang seperti ini, kami ingin memastikan setiap acara berlangsung aman, tertib, serta masyarakat memahami pentingnya menjaga kamtibmas dan memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian," ujarnya.

Kegiatan sambang itu berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan mendapat sambutan baik dari keluarga penyelenggara. Di sanalah pelayanan menemukan makna terdalamnya: ketika negara hadir bukan dengan jarak, melainkan dengan kedekatan.

Sebab keamanan sejatinya bukan hanya tentang tiadanya gangguan. Ia lahir dari saling percaya, tumbuh dari kepedulian, dan dirawat oleh hati-hati yang memilih mengingatkan sebelum menyesal. Dalam nilai-nilai agama, menjaga ketenteraman adalah bagian dari ikhtiar menebarkan kemaslahatan. Dan setiap langkah yang menghadirkan rasa aman bagi sesama, insya Allah, menjadi amal yang jejaknya terus hidup, bahkan setelah pesta usai dan keramaian kembali menjadi sunyi.

Tidak ada komentar