Di Bawah Langit Pengabdian: Saat Langkah Para Bhayangkara Muda Dilepas dengan Harapan dan Doa
Keterangan Gambar:
Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K. menyematkan tanda peserta kepada siswa Diktukba Polri Angkatan 54 Tahun 2026 saat upacara penutupan latihan kerja di halaman Mapolres Soppeng, Kamis (7/5/2026). Momen tersebut menjadi simbol berakhirnya masa latihan sekaligus awal perjalanan pengabdian para calon Bhayangkara muda kepada masyarakat, bangsa dan negara. (Foto: Dok. Humas Polres Soppeng)
Oleh: Petta Barang
Pagi itu, halaman Mapolres Soppeng tidak sekadar menjadi tempat berlangsungnya sebuah upacara. Di bawah langit yang teduh dan hembusan angin yang perlahan menyapu barisan peserta, tersimpan suasana haru yang sulit diterjemahkan dengan kata-kata. Ada tatapan penuh tekad, ada rasa bangga, namun juga terselip keheningan yang menggambarkan awal perjalanan panjang pengabdian.
Di halaman Mapolres Soppeng, Jalan Latenri Bali, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Kamis, 7 Mei 2026, Polres Soppeng resmi menutup kegiatan Latihan Kerja (Latja) Siswa Diktukba Polri Angkatan 54 Tahun Anggaran 2026. Upacara itu dipimpin langsung Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., yang berdiri sebagai Inspektur Upacara di hadapan para calon Bhayangkara muda.
Namun lebih dari sekadar seremoni penutupan, momen itu terasa seperti perpisahan antara ruang belajar dan medan pengabdian yang sesungguhnya.
75 siswa SPN Polda Sulsel telah menjalani latihan kerja sejak 24 April hingga 7 Mei 2026. Selama kurang lebih dua pekan, mereka belajar mengenali denyut kehidupan kepolisian dari dekat, menyaksikan bagaimana seorang polisi tidak hanya dituntut tegas dalam tugas, tetapi juga harus mampu hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
Di balik seragam yang dikenakan, para siswa itu sesungguhnya sedang ditempa menjadi pribadi-pribadi yang siap memikul amanah besar. Mereka belajar tentang disiplin, tanggung jawab, serta memahami bahwa setiap langkah seorang anggota Polri akan selalu dipandang oleh masyarakat.
Dalam amanatnya, AKBP Aditya Pradana menyampaikan apresiasi kepada SPN Polda Sulsel atas kepercayaan yang diberikan kepada Polres Soppeng untuk membimbing para siswa selama pelaksanaan latihan kerja.
Ia menegaskan bahwa latihan kerja bukan sekadar rutinitas pendidikan, melainkan gerbang awal untuk mengenal realitas tugas kepolisian di lapangan.
“Latihan kerja ini diharapkan mampu membentuk personel Polri yang profesional, humanis dan Presisi. Para siswa harus mampu mengembangkan inisiatif, kreativitas serta kemampuan diri dalam menghadapi tantangan tugas ke depan,” ujarnya.
Di tengah derasnya tuntutan masyarakat terhadap institusi kepolisian, pesan itu terdengar begitu dalam. Sebab menjadi anggota Polri bukan hanya tentang mengenakan seragam dan atribut kebesaran negara. Lebih dari itu, menjadi polisi berarti siap mengorbankan waktu, tenaga, bahkan kenyamanan pribadi demi menjaga rasa aman orang lain.
Kapolres Soppeng juga mengingatkan bahwa profesi kepolisian sejatinya adalah jalan pengabdian. Sebuah jalan yang menuntut keikhlasan dan integritas dalam setiap tindakan.
Pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama pendidikan, kata dia, harus digunakan untuk melayani masyarakat dengan penuh tanggung jawab, bukan sekadar menjalankan kewajiban formal.
Kalimat itu seakan menjadi pesan terakhir sebelum para siswa kembali melanjutkan perjalanan menuju pelantikan resmi sebagai anggota Polri.
Di wajah para siswa, tampak keseriusan yang sulit disembunyikan. Ada mimpi yang sedang mereka bawa. Ada harapan keluarga yang turut disematkan di pundak mereka. Dan di balik barisan itu, ada doa-doa yang diam-diam dipanjatkan agar langkah mereka kelak tetap berada di jalan pengabdian yang benar.
Upacara penutupan berlangsung aman, tertib dan penuh khidmat. Namun yang paling terasa bukanlah bunyi komando atau derap langkah barisan, melainkan suasana batin yang menyelimuti seluruh prosesi: sebuah kesadaran bahwa bangsa ini sedang menyiapkan generasi Bhayangkara baru untuk menjaga masyarakat dengan hati.
Kerja sama antara SPN Polda Sulsel dan Polres Soppeng dalam proses pembinaan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk personel Polri yang berintegritas, profesional dan siap hadir di tengah masyarakat dengan semangat Presisi.
Dan pagi itu, di halaman sederhana Mapolres Soppeng, perjalanan panjang para Bhayangkara muda seolah baru saja dimulai.

Tidak ada komentar