Breaking News

Menenun Etika di Ruang Digital: Sinergi Mahasiswa dan Aparat di Desa Pising



Keterangan Gambar: 

Mahasiswa KKN Universitas Lamappapoleonro bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, dan tokoh masyarakat berfoto bersama usai kegiatan penyuluhan "Etika Bermedia Sosial" di Dusun Amassangeng, Desa Pising, Kecamatan Donri-donri Kabupaten Soppeng (14/4/2026). Kegiatan ini bertujuan membekali warga desa dengan kemampuan menyaring informasi dan menjaga sopan santun di ruang digital demi terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)


Oleh: Chemank Farel


Malam di Dusun Amassangeng, Desa Pising, biasanya diisi dengan ketenangan khas pedesaan Kabupaten Soppeng. Namun, Selasa malam (14/4/2026) terasa sedikit berbeda. Di bawah temaram lampu pertemuan, puluhan warga berkumpul bukan sekadar untuk bercengkrama, melainkan untuk membincangkan sebuah fenomena yang kini menyusup hingga ke pelosok desa: etika bermedia sosial.

Kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Lamappapoleonro ini menjadi bukti bahwa literasi digital bukan lagi konsumsi masyarakat kota semata. Dengan menghadirkan Sukriadi, S.Kom., M.Kom. sebagai pemateri, penyuluhan ini mencoba membedah kerumitan dunia maya menjadi bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat desa.

Hadir di tengah-tengah warga, Bhabinkamtibmas Desa Pising dan Desa Pesse, BRIPKA Muhammad Qadri, bersama Babinsa dan perangkat desa lainnya, menunjukkan sebuah sinergi yang apik. Kehadiran aparat keamanan dalam forum edukasi seperti ini menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) kini tidak hanya dilakukan melalui patroli fisik, tetapi juga melalui penjagaan "benteng" mental di dunia digital.

Media sosial, jika tidak dikelola dengan etika, dapat menjadi pisau bermata dua. Provokasi, berita bohong (hoaks), dan lunturnya sopan santun dalam berkomunikasi adalah ancaman nyata yang dapat memicu konflik sosial. 

Inilah yang ditekankan dalam diskusi tersebut, bagaimana masyarakat harus mampu menyaring informasi sebelum membagikannya.

Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini. Baginya, kecerdasan digital warga adalah kunci stabilitas wilayah. Jika masyarakat sudah mampu membedakan fakta dan opini yang menghasut, maka potensi gangguan keamanan dapat diredam sejak dini dari genggaman tangan masing-masing.

Pertemuan malam itu bukan sekadar formalitas akademik mahasiswa KKN. Ia adalah sebuah langkah kecil namun konsisten untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat. Saat acara berakhir dengan tertib, tersirat harapan bahwa warga Desa Pising kini memiliki "filter" baru dalam ponsel mereka: sebuah kesadaran bahwa di balik layar kaca, tetap ada manusia lain yang harus dihormati etikanya.

Tidak ada komentar