Ribuan warga padati Lapangan Sepakbola Prof. Fachruddin kompleks Unhas Biring Romang melaksanakan Shalat Idul Fitri 1 syawal 1447 H
Oleh: Drs. Masykur Thahir, M.A.P
Langit pagi itu seakan ikut bersaksi. Embun yang belum sepenuhnya menguap menyapa langkah-langkah ringan warga yang berbondong menuju Lapangan Sepakbola Prof. Fachruddin, Kompleks Unhas ORW 05 Biring Romang, Kecamatan Manggala, Makassar. Dalam sunyi yang khusyuk, gema takbir berkelindan dengan harap, mengantar jiwa-jiwa kembali pada fitrah.
Hari itu, Sabtu, 21 Maret 2026, bertepatan dengan 1 Syawal 1447 Hijriah, menjadi momentum yang tak sekadar perayaan, tetapi juga perenungan. Panitia Lebaran Masjid Al-Muhajirin menata ruang ibadah bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara batin, menghadirkan suasana yang hangat, damai, dan sarat makna.
Didukung cuaca yang bersahabat, ribuan warga memadati lapangan sejak pagi buta. Tak ada sekat, tak ada jarak, semua larut dalam satu barisan, satu arah, satu tujuan: menghambakan diri kepada Allah SWT. Di balik keramaian itu, terasa denyut kebersamaan yang begitu hidup, buah dari kerja kolektif yang tulus dan penuh keikhlasan.
Tepat pukul 07.00 WITA, Ketua Panitia, Mustakim Rajab, S.T., menyampaikan laporan dengan penuh rasa syukur. Ia menuturkan bahwa kesuksesan pelaksanaan Shalat Idul Fitri ini adalah hasil gotong royong banyak pihak, dari Kelurahan Biring Romang, Babinsa, Bhabinkamtibmas Baitul Halaqah, para Ketua ORW, hingga jamaah dan unsur masyarakat yang tak dapat disebut satu per satu. Semua bergerak dalam satu niat: ibadah.
Tak hanya itu, semangat berbagi juga menjadi denyut lain dari perayaan ini. Tercatat, zakat fitrah yang terkumpul mencapai 2.140 liter beras dan uang sebesar Rp12.500.000—seluruhnya telah disalurkan sebelum malam takbiran usai. Sebuah cermin bahwa Idul Fitri bukan hanya tentang kembali suci, tetapi juga tentang memastikan sesama turut merasakan kebahagiaan yang sama.
Di bawah tuntunan Ust. Drs. Ridwan Malik, M.Si., jamaah dipandu dalam pelaksanaan shalat dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Lalu, pada pukul 07.30 WITA, Shalat Idul Fitri pun ditunaikan, diimami oleh Ust. Annas Riyandhi Wijaya. Hening menyelimuti lapangan, hanya terdengar lirih doa yang mengalir dari hati-hati yang tunduk.
Khutbah yang disampaikan oleh Ust. Prof. Dr. Hamzah Upu, M.Ed., menggugah kesadaran spiritual jamaah. Ia mengingatkan bahwa kembali kepada fitrah bukan sekadar tradisi, melainkan perjuangan jiwa, menang melawan hawa nafsu, istiqamah dalam aqidah dan syariah, serta memaknai maaf bukan hanya sebagai ucapan, tetapi sebagai keikhlasan yang tulus. Silaturahmi, katanya, adalah jembatan menuju derajat takwa.
Di penghujung rangkaian, suasana berubah menjadi pelukan-pelukan hangat dan senyum yang saling bertukar. “Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Ini semua atas izin Allah SWT dan dukungan cuaca yang begitu bersahabat. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin,” tutur Masykur Thahir, Wakil Ketua Panitia, dengan mata yang berbinar.
Di lapangan itu, pagi tidak hanya menghadirkan cahaya matahari, tetapi juga cahaya hati. Sebuah pengingat bahwa dalam setiap sujud, ada harapan untuk kembali menjadi manusia yang lebih bersih, lebih peduli, dan lebih dekat kepada Sang Pencipta.




Tidak ada komentar