Breaking News

Menyemai Adab di Madrasah Kehidupan: Kala Seragam Cokelat Memeluk Hangat Ramadan di SDN 28 Malaka


Keterangan Gambar

SENTUHAN HUMANIS: Seorang personel Polwan dari Sat Binmas Polres Soppeng berbincang akrab dan merangkul hangat seorang siswi SDN 28 Malaka saat memberikan edukasi Kamtibmas, Senin (2/3/2026). Melalui pendekatan yang persuasif dan religius, Polri berupaya menanamkan nilai-nilai disiplin serta akhlak mulia kepada generasi muda sejak dini, terutama di tengah kekhusyukan bulan suci Ramadan. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)



SOPPENG – Di bawah naungan langit Senin yang teduh, 2 Maret 2026, sebuah harmoni tercipta di ruang kelas SDN 28 Malaka. Ketika mentari pagi merayap masuk melalui celah jendela, ia tak hanya membawa cahaya, tetapi juga saksi bisu atas sebuah pertemuan yang memadukan ketegasan hukum dengan kelembutan kasih sayang. 


Di bulan yang penuh maghfirah ini, Satuan Binmas Polres Soppeng hadir bukan sekadar menjalankan tugas, melainkan membawa misi langit: menjaga kedamaian melalui hati anak-anak.


Senyum di Balik Lencana

Suasana kelas yang biasanya riuh dengan ejaan abjad, seketika berubah menjadi hangat. Tak ada gurat kaku atau wajah tegang saat para personel kepolisian memasuki ruangan. Sebaliknya, senyum tulus merekah dari bibir para petugas, disambut binar mata polos anak-anak yang menatap penuh kekaguman. Di sini, di sekolah dasar ini, aparat keamanan bertransformasi menjadi sosok kakak, sahabat, sekaligus guru bagi tunas-tunas bangsa.


Edukasi Kamtibmas tidak disampaikan dengan dikte yang berat, melainkan melalui tutur kata yang mengalun bak nasihat ayah kepada anaknya. Tentang bagaimana menjaga lisan, menghargai sesama yang sedang berpuasa, hingga menjauhi petasan yang kerap merusak kekhusyukan malam-malam Ramadan.


Hadiah Kecil untuk Mimpi yang Besar


"Siapa yang tahu apa saja amalan baik di bulan suci?" tanya salah seorang petugas dengan nada riang.


Tangan-tangan kecil berebut mengacungkan diri ke langit-langit kelas. Keberanian mereka bukan tanpa alasan; ada apresiasi yang menanti. Bagi mereka yang mampu menjawab dengan lugu namun benar, sebuah paket buku menjadi hadiahnya. Di mata anak-anak itu, buku tersebut bukan sekadar tumpukan kertas, melainkan jendela dunia yang diberikan langsung oleh tangan-tangan yang menjaga kedaulatan negeri. Ini adalah cara Polres Soppeng menanamkan bahwa kebaikan dan ketaatan akan selalu membuahkan kemuliaan.


Mengetuk Pintu Hati Sejak Dini


Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., memandang kegiatan ini sebagai investasi ukhuwah dan akhlak. Baginya, keamanan yang hakiki bermula dari sanubari yang terdidik sejak dini.


"Ramadan adalah madrasah terbaik untuk melatih disiplin diri. Melalui Police Goes to School, kami ingin menyentuh sisi humanis anak-anak kita. Kita ingin mereka tumbuh tidak hanya dengan kecerdasan intelektual, tapi juga dengan adab yang kokoh dan kesadaran hukum yang lahir dari cinta, bukan rasa takut," ujar AKBP Aditya dengan nada yang penuh ketulusan.


Beliau menegaskan bahwa Polri ingin menjadi bagian dari perjalanan spiritual masyarakat selama bulan suci, memastikan bahwa setiap sujud di masjid dan setiap tawa anak-anak di lingkungan rumah senantiasa berada dalam lindungan kenyamanan dan ketertiban.


Pulang Membawa Cahaya


Seiring jarum jam yang terus berputar, kegiatan pun usai. Namun, jejak yang ditinggalkan Sat Binmas Polres Soppeng di SDN 28 Malaka lebih dalam dari sekadar kunjungan formal. Ada benih-benih integritas yang baru saja disemai di ladang jiwa anak-anak tersebut.


Ketika para petugas melangkah keluar, mereka meninggalkan sebuah pesan tersirat: bahwa keamanan adalah ibadah, dan menjaga ketertiban adalah wujud syukur atas nikmat kedamaian yang diberikan Sang Khalik. Di ujung hari, Ramadan di Soppeng terasa sedikit lebih sejuk, bukan karena hujan, melainkan karena hadirnya rasa aman yang dibalut dengan kemanusiaan. (Idris)


Tidak ada komentar