Menjelang Magrib di Sallo Mall: Ketika Sat Reskrim Polres Wajo Membagi Takjil dan Menautkan Silaturahmi
WAJO - Sore itu, langit di atas Kota Sengkang tampak teduh. Angin berembus pelan menyapu Jalan A. Parenrengi, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo. Di antara lalu-lalang kendaraan yang mulai melambat menjelang waktu berbuka, sejumlah personel berseragam cokelat berdiri dengan senyum yang tak dibuat-buat.
Di kawasan Sallo Mall Sengkang, Senin (2/3/2026) sekitar pukul 16.20 Wita, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Wajo menggelar aksi berbagi takjil kepada masyarakat. Satu per satu bingkisan kecil itu berpindah tangan, dari aparat penegak hukum kepada pengendara, pejalan kaki, hingga warga yang kebetulan melintas.
Tak ada sekat, tak ada jarak. Hanya sapaan singkat, senyum, dan ucapan “selamat berbuka puasa” yang terucap tulus.
Kapolres Wajo, Muhammad Rosid Ridho, memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia hadir bersama Ketua Bhayangkari Cabang Wajo, Ny. Anita Rosid, serta Kasat Reskrim Polres Wajo, Fahrul, dan para Pejabat Utama (PJU). Kebersamaan itu terasa bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari ikhtiar merawat kedekatan dengan masyarakat.
Di bulan suci Ramadan, bulan yang oleh umat Islam diyakini sebagai waktu terbaik untuk berbagi dan memperbanyak amal, kegiatan sederhana seperti ini memancarkan makna yang lebih dalam. Bukan tentang jumlah takjil yang dibagikan, melainkan tentang niat untuk menghadirkan rasa aman yang bersanding dengan rasa peduli.
Kasat Reskrim Polres Wajo, Fahrul, menuturkan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud perhatian jajaran Sat Reskrim terhadap masyarakat Kabupaten Wajo.
“Melalui momentum Ramadan ini, kami ingin semakin mempererat tali silaturahmi serta membangun sinergi yang lebih baik antara Polres Wajo dan masyarakat,” ujarnya.
Ramadan memang selalu menghadirkan ruang perenungan. Di tengah tugas penegakan hukum yang kerap menuntut ketegasan, ada sisi kemanusiaan yang terus dirawat. Kehadiran aparat di jalan raya sore itu tidak dalam konteks penindakan, melainkan pelayanan, mengulurkan tangan, berbagi rezeki, dan menyapa dengan hangat.
Setelah pembagian takjil usai, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama personel Polres Wajo. Dalam suasana sederhana itu, kebersamaan internal pun dikuatkan. Sebab soliditas di dalam menjadi fondasi pelayanan yang lebih baik ke luar.
Melalui kegiatan sosial tersebut, Polres Wajo berharap kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang humanis dan responsif. Di senja Ramadan yang perlahan meredup, pesan itu seakan mengalir bersama doa-doa yang terangkat menjelang azan magrib, bahwa keamanan dan kepedulian dapat berjalan beriringan, dalam langkah yang sama. (Sabri)

Tidak ada komentar