Breaking News

Di Ruang Kecil Desa Jampu, Suara Musyawarah Mencari Jalan Tengah: Forkopimcam Liliriaja Upayakan Solusi Sengketa Lahan

Keterangan Gambar:

Para pihak bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, dan unsur Forkopimcam Liliriaja mengikuti proses mediasi sengketa lahan di Kantor Desa Jampu, Kecamatan Liliriaja, Soppeng. Suasana diskusi berjalan aman dan kondusif. 


Laporan: Syamsuddin Andy 

Editor: Alimuddin


SOPPENG, SULSEL — Di sebuah ruang sederhana di Kantor Desa Jampu, kursi-kursi disusun saling berhadapan. Suasana siang itu hening namun tegang; jeda-jeda percakapan terdengar menyimpan harapan. Di tengah hangatnya diskusi, aparat desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan unsur Forkopimcam Liliriaja mencoba merangkai titik temu bagi dua warga yang tengah berselisih soal sebidang sawah yang diwariskan turun-temurun. Di ruang kecil itulah, musyawarah kembali menjadi bahasa perdamaian.


Musyawarah Mencari Titik Pertemuan

Upaya penyelesaian masalah atau problem solving kembali digelar jajaran Polres Soppeng melalui Bhabinkamtibmas Desa Barang dan Desa Jampu, Aipda Rudi. Di damping Babinsa, Camat Liliriaja, serta perangkat desa, mereka memfasilitasi mediasi sengketa lahan persawahan antara Sa dan Ha, yang berlokasi di wilayah Rumpae, Dusun Desa Jampu.

Mediasi dimulai sekitar pukul 14.30 WITA, Jumat 5 Desember 2025, dengan memberikan ruang yang sama bagi kedua pihak untuk memaparkan duduk perkara. Masing-masing mencoba menjelaskan versi mereka—soal batas lahan, riwayat kepemilikan, hingga pemanfaatan tanah yang menjadi sumber hidup keluarga.


Belum Berujung Kesepakatan

Meski dibangun dengan nuansa kekeluargaan, mediasi tersebut belum menemukan kesepakatan final. Setelah berunding cukup panjang, kedua pihak akhirnya sepakat untuk melanjutkan penyelesaian ke tingkat kecamatan. Harapannya, keputusan yang lebih objektif dapat lahir melalui pembahasan lanjutan yang melibatkan unsur Forkopimcam secara lebih formal.

Walau belum menutup persoalan, proses hari itu tetap berlangsung aman, tertib, dan penuh kontrol. Kolaborasi antara Bhabinkamtibmas, Babinsa, pemerintah desa, dan kecamatan membuat suasana tetap kondusif.


Apresiasi Kapolres: Dialog Adalah Jalan Damai

Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., memberikan apresiasi atas langkah cepat dan responsif aparat di tingkat desa dan kecamatan. Menurutnya, pola penyelesaian melalui musyawarah adalah fondasi penting dalam mencegah konflik berlarut.

“Polres Soppeng selalu mengedepankan pendekatan dialogis dan humanis. Kami berharap setiap permasalahan dapat diselesaikan dengan kepala dingin, agar keamanan dan keharmonisan sosial tetap terjaga,” ujarnya.

Kapolres menegaskan komitmen kepolisian untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik sebagai bagian dari peran negara dalam menjaga stabilitas kamtibmas di daerah.


Menunggu Keputusan di Tingkat Kecamatan

Dengan berakhirnya mediasi tahap awal ini, masyarakat Desa Jampu berharap proses lanjutan di kecamatan dapat membawa kepastian dan memberikan rasa keadilan bagi kedua belah pihak. Di balik setiap perselisihan, masih ada ruang untuk mufakat—dan ruang kecil di Kantor Desa Jampu menjadi bukti bahwa dialog tak pernah kehilangan tempatnya. (Sumber: Humas Polres Soppeng) 

Tidak ada komentar