Breaking News

Ketika Malam Menjadi Sahabat: Kisah Patroli yang Menjaga Kota Soppeng

Keterangan Gambar: 

Wujud nyata polisi di tengah masyarakat: Personel Polres Soppeng bersama warga dalam patroli malam, simbol keakraban sekaligus komitmen menjaga Kota Kalong tetap aman dan nyaman.


SOPPENG, SULSEL — Malam di Kota Bunga jatuh perlahan, menyelimuti jalan-jalan dengan dingin yang lembut. Hujan sore menyisakan genangan kecil, memantulkan cahaya lampu jalan yang temaram. Di antara riuh obrolan anak muda dan pedagang kaki lima yang tak kenal lelah, hadir deru mesin mobil patroli, menandai langkah sunyi yang penuh arti.


Di dalam mobil itu, tiga sosok berseragam duduk sigap. Aiptu Syahruddin di kursi depan, ditemani Aipda Asdar dan Brigadir Sumarlin. Mereka bukan sekadar polisi malam itu — mereka menjadi penjaga kota, kawan setia yang memastikan setiap detik tetap tenang. Mobil patroli melaju perlahan, dari Jalan Lamungpatue hingga Taman Bunga Lalabata, menyapa setiap sudut kota dengan tatapan waspada.


Seorang ibu rumah tangga, Nurhayati (42), yang baru pulang dari belanja, sempat terdiam melihat mereka lewat. “Kalau ada polisi berkeliling, hati jadi lebih tenang. Rasanya seperti ada yang ikut mengantarkan saya pulang,” ucapnya lirih, seakan berbicara pada dirinya sendiri.


Tak jauh dari sana, Nanda (21), seorang mahasiswa, juga merasakan hal yang sama. Malam baginya sering berarti perjalanan pulang yang panjang dan sepi. Tapi malam itu berbeda. 


“Ketika mobil patroli lewat, rasa takut berkurang. Seperti ada teman yang menemani perjalanan saya,” katanya sambil tersenyum kecil.


Patroli ini, kata Kasat Samapta Polres Soppeng Iptu Rusdi Salam, bukan sekadar rutinitas. “Kami ingin warga tahu, polisi ada bukan hanya saat masalah datang. Kami hadir untuk menemani, menjaga, dan membuat mereka merasa aman,” ujarnya.


Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., menambahkan makna lain dari patroli malam ini. 


“Keamanan bukan hanya tugas polisi. Situasi kondusif adalah karya bersama, hasil dari kebersamaan,” tuturnya penuh keyakinan.


Malam kian larut, kota semakin hening. Namun di balik sunyi itu, ada denyut kehidupan yang tetap hangat. Patroli pun usai, meninggalkan jejak sederhana: rasa aman, senyum warga, dan keyakinan bahwa di Soppeng, malam bukanlah ancaman, melainkan sahabat yang dijaga bersama. (Petta Barang) 



Tidak ada komentar