Breaking News

Empat Tahun Berturut-turut Perpustakaan Macakka Desa Tellulimpoe Dianugerahi Penghargaan Tingkat Nasional dari Perpunas


TRANSFORMASI PERPUSTAKAAN: Penyerahan penghargaan kepada sejumlah perpustkaan di daerah yang dilakukan pada acara Peer Learning Meeting (PLM) Nasional 2022 di Surabaya, Senin (5/12/2022).


Palapainfo.com, Surabaya -- Kegiatan Peer Learning Meeting Nasional oleh Perpustakaan Nasional Tahun 2022 terselenggara pada tanggal 3-7 Desember di hotel Vasa Surabaya. 


Dalam acara ini dihadiri oleh 34 provinsi, 315 kabupaten dan 275 desa. Perpustakaan Macakka Desa TellulimpoE mendapatkan undangan dan berangkat bersama Uswatun Hassanah, S.Hum., Pustakawan Madya dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Soppeng. 




Rangkaian acara berupa kelas berbagi dimana seluruh perpustakaan penerima program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial saling bercerita dan berbagi inspirasi tentang kegiatan inklusi sosial yang telah mereka lakukan. 


Pada malam terakhir diadakan penganugerahan kepada Dinas Perpustakaan Provinsi, Kabupaten serta perpustakaan desa terbaik dalam implementasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.


Perpustakaan Macakka Desa TellulimpoE kembali berhasil terpilih sebagai salah satu perpustakaan desa terbaik. Tahun ini merupakan tahun keempat secara berturut-turut diraih dan dipertahankan oleh Perpustakaan Macakka Desa TellulimpoE.


Karakteristik penilaian adalah rangkaian kegiatan apa saja yang telah dilakukan oleh perpustakaan dan dilaporkan pada aplikasi SIM (Sistem Informasi dan Manajemen) Transformasi. Tentu saja apresiasi ini adalah hasil dari konsistensi perpustakaan desa untuk terus menggerakkan Literasi di Desa TellulimpoE. 




Di kelas berbagi pada tema Literasi Digital, Sekretaris Desa TellulimpoE Andi Colly Poji diundang sebagai panelis untuk bercerita mengenai kegiatan Literasi digital yang rutin terlaksana di Perpustakaan Desa TellulimpoE. 


Harapan setelah mengikuti Peer Learning Meeting Nasional ini adalah saling menginspirasi untuk kembali ke perpustakaan desa masing-masing dan melaksanakan kegiatan yang sama.


Peer Learning Meeting (PLM) Nasional 2022 yang digelar, mengangkat tema “Gerakan Kolaborasi & Sinergi untuk Penguatan Literasi Masyarakat Berkelanjutan” yang digelar di Surabaya. 


Dalam program ini, membuktikan bahwa pelaksanaan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Tahun 2020-2021 dinilai efektif dan memberikan manfaat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan nilai efektivitas program 4,09 dari skala 1-5. Total benefit program ini pada tahun 2020-2021 juga mencapai lebih dari 570 miliar rupiah.




Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando mengatakan, tugas perpustakaan adalah mencerdaskan dan menyejahterakan anak bangsa sesuai amanah UUD 1945. Esensinya mengurangi masyarakat marjinal. Itulah kenapa perpustakaan mesti bertransformasi mengubah paradigma yang eksklusif menjadi inklusif. “Inilah ruh dari semangat transformasi perpustakaan,” imbuh Syarif Bando.


Indonesia, menurutnya, memiliki sumber daya alam melimpah namun tidak mampu dikelola dan dioptimalkan dengan baik. Maka itu, masyarakat perlu dibekali inovasi dan kreativitas serta aksesibilitas digital untuk meningkatkan pengetahuannya. 


“Tidak ada gunanya perpustakaan jika masyarakat masih tetap berada di bawah tingkat kesejahteraan. Jangan sampai perpustakaan menjadi menara gading,” tambahnya.


Sementara itu, Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso yang membuka kegiatan ini, menyebut peran perpustakaan amat dibutuhkan dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan global.


“Perpustakaan berbasis inklusi sosial diharapkan dapat meningkatkan literasi informasi bagi masyarakat dan berbasis teknologi informasi dan komunikasi mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat meningkatkan kesejahteraan dan juga mendorong kreativitas serta memangkas berbagai kesenjangan akses informasi,” ungkapnya. (rilis desa tellulimpoe/kharisma nur)

Tidak ada komentar