Meneguhkan Mahabbah di Salaonro: Merawat Akhlak, Menyemai Kedamaian Jiwa
KETERANGAN GAMBAR:
Camat Lilirilau, Drs. Muhammad Yusuf, memberikan sambutan dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Darussalam, BTN Griya Salaonro, Soppeng, Selasa (1/9/2026). (Foto: Dokumentasi Panitia)
PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani
ESSAY PALAPA Refleksi Nurani di Atas Fakta
Oleh: Syukur Mariorante Katalawala
SUARA PALAPA, SOPPENG — Senja merayap perlahan di ufuk Lilirilau. Ba’da Asar, Selasa (1/9/2026), Masjid Darussalam di Kompleks Perumahan Griya Salaonro, Kelurahan Ujung, memancarkan kehangatan yang tak biasa. Ratusan jemaah duduk bersila dalam keheningan yang syahdu, menyatukan rasa untuk merayakan kehadiran sang pelita alam melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.
Di dalam rumah Allah itu, tradisi lokal bertaut indah dengan keimanan. Pohon-pohon telur hias—simbol kebersamaan dan rasa syukur warga—berdiri anggun dipenuhi kembang-kembang warna-warni, hiasan rupiah, hingga bingkisan sederhana. Seluruh persembahan swadaya dari warga dan kepedulian pembina masjid, H. Baso Hamzah beserta keluarga, menjadi potret nyata bagaimana cinta kepada Sang Nabi diwujudkan dalam derma dan kebersamaan.
Kemuliaan majelis dibuka dengan lantunan bait-bait suci Al-Qur'an oleh Muh. Arfah, santri dari Pondok Pesantren Darussalihin Berru. Suara merdunya mengalun gemetar, menembus sudut-sudut masjid, mengajak setiap hati yang hadir untuk sejenak menepi dari riuk duniawi dan menyelami makna penghambaan.
Camat Lilirilau, Drs. Muhammad Yusuf, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi pengurus masjid dan warga BTN Griya Salaonro merawat momentum berharga ini. Beliau menekankan pentingnya ruang keagamaan seperti ini sebagai sarana belajar sepanjang hayat.
"Melalui majelis ilmu seperti inilah kita menimba wawasan keagamaan, memperhalus jiwa saat waktu tak lagi membawa kita ke bangku sekolah," tutur Muhammad Yusuf dengan penuh kehangatan.
Di tengah hangatnya silaturahmi, sang pejabat daerah juga menyelipkan imbauan humanis nan menyejukkan terkait ketertiban dan ketenteraman masyarakat. Mengingat musim kemarau yang rentan, beliau mengingatkan warga untuk saling menjaga keselamatan lingkungan. "Sesuai imbauan Kapolres Soppeng, mari kita bersikap bijak dengan tidak membakar lahan atau kebun sendiri yang berpotensi meluas dan merugikan tetangga kita," imbaunya demi menjaga keharmonisan bersama.
Puncak perenungan hadir tatkala da'i asal Kabupaten Wajo, H. Andi Etteng, S.Pd.I., M.A., naik ke mimbar. Dengan pendekatan yang mendalam dan menyejukkan, beliau menguraikan tema “Meneguhkan Mahabbah kepada Rasulullah SAW dan Mengamalkan Akhlakul Karimah dengan Menghindari Penyakit Hati”.
H. Andi Etteng menegaskan bahwa mencintai Nabi bukan sekadar memuji dalam lisan, melainkan meneladani karakter luhur Beliau. Menjaga kebersihan hati dari iri, dengki, dan kesombongan 1adalah benteng utama untuk melahirkan kedamaian, baik dalam diri sendiri maupun di tengah masyarakat.
Dihadiri oleh jajaran Majelis Ta’lim se-Kecamatan Lilirilau, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pendidikan, peringatan Maulid ini bukan sekadar agenda tahunan. Ia menjadi oase spiritual, tempat warga Salaonro menautkan rindu pada Rasulullah, mempererat tali persaudaraan, dan meneguhkan niat untuk memancarkan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.
PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

Tidak ada komentar