Jejak Sportivitas Putra Mario Berbuah Podium di Lapatau FC Cup II
Keterangan Gambar:
Tim SSB Putra Mario Takalala berfoto bersama ofisial usai meraih juara ketiga pada Turnamen Mini Soccer Lapatau FC Cup II di Lapangan Lapatau, Watampone, Kabupaten Bone, Sabtu (2/8/2026). Prestasi tersebut menjadi langkah awal pembinaan pesepak bola usia dini yang menjunjung tinggi sportivitas dan semangat pantang menyerah. (Foto: Ist)
FEATURE PALAPA
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani
Oleh: Sanusi Muda
PALAPA INFO, BONE – Di atas hamparan rumput Lapangan Lapatau, Watampone, langkah-langkah kecil itu berlari mengejar bola, namun sesungguhnya mereka sedang mengejar mimpi. Di wajah-wajah polos para pemain Sekolah Sepak Bola (SSB) Putra Mario, kemenangan bukan sekadar soal mengangkat trofi, melainkan tentang belajar berdiri setiap kali jatuh dan tetap menyalami lawan dengan senyum yang tulus.
Turnamen Mini Soccer Lapatau FC Cup II menjadi panggung berharga bagi anak-anak binaan Yayasan Putra Mario Takalala, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng. Dalam perjalanan yang penuh semangat, mereka menorehkan prestasi dengan meraih juara ketiga, setelah langkah mereka terhenti oleh Al Hilal pada fase penentuan, Sabtu (2/8/2026).
Hasil itu mungkin belum menjadi puncak yang diimpikan. Namun, bagi tim yang sebagian besar baru pertama kali keluar dari "kandang" untuk menguji kemampuan di level kompetisi luar daerah, capaian tersebut adalah bukti bahwa proses pembinaan telah berjalan di jalur yang benar.
Sepanjang turnamen, Putra Mario tampil dalam lima pertandingan yang menguras tenaga dan mental. Mereka mampu melewati setiap tantangan hingga menembus babak delapan besar, kemudian melaju ke perempat final sebelum akhirnya mengakhiri perjalanan di podium ketiga. Sebuah pencapaian yang lahir dari kerja sama, disiplin, dan keberanian menghadapi lawan-lawan tangguh.
Manajer ofisial SSB Putra Mario, Syahrir Amin, mengaku bangga atas perjuangan anak-anak asuhnya.
"Ini menjadi kebanggaan bagi kami. Anak-anak usia 12 tahun ini baru pertama kali mengikuti pertandingan di luar daerah, tetapi sudah mampu menunjukkan kemampuan dan membawa pulang prestasi. Meski demikian, masih banyak yang harus dibenahi, terutama strategi dan kematangan bermain," ujarnya.
Syahrir menegaskan bahwa dunia olahraga tidak pernah hanya berbicara tentang kemenangan.
"Dalam olahraga selalu ada kalah dan menang. Yang paling penting adalah menjaga semangat, terus belajar, dan menjunjung tinggi sportivitas," katanya.
Pesan itu terasa sederhana, tetapi mengandung makna mendalam. Sebab sepak bola sejatinya bukan hanya tentang mencetak gol, melainkan membentuk karakter; mengajarkan kejujuran, kerja sama, disiplin, serta menghormati setiap lawan sebagai sahabat dalam pertandingan.
SSB Putra Mario sendiri berada di bawah naungan Yayasan Putra Mario dan mendapat pembinaan dari Brigjen Pol. Faizal, S.I.K., M.H., yang saat ini mengemban amanah sebagai Wakapolda Nusa Tenggara Timur. Pembinaan usia dini seperti ini diharapkan terus melahirkan generasi muda yang tidak hanya terampil mengolah bola, tetapi juga memiliki akhlak, integritas, dan jiwa kompetitif yang sehat.
Pada akhirnya, podium juara ketiga hanyalah angka dalam catatan turnamen. Yang jauh lebih berharga adalah tumbuhnya keyakinan di hati anak-anak bahwa setiap tetes keringat yang dipersembahkan dengan kejujuran akan selalu menemukan jalannya menuju keberhasilan.
Karena di lapangan hijau, sebagaimana dalam kehidupan, kemenangan terbesar bukanlah mengalahkan lawan, melainkan mampu menaklukkan rasa takut, tetap rendah hati ketika menang, dan tetap bersyukur ketika belum menjadi yang terbaik. Itulah sportivitas yang sesungguhnya—nilai luhur yang akan terus mereka bawa, jauh setelah peluit panjang pertandingan berakhir.
.jpg)

Tidak ada komentar