Breaking News

FEATURE PALAPA: Menjaga Nawaitu Kerukunan di Tanah Latemmamala


Keterangan Gambar:

MEMBANGUN HARMONI MASYARAKAT: Suasana Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM) Kabupaten Soppeng yang berlangsung di Aula Kantor Camat Lalabata, Jalan Pemuda, Kelurahan Botto, Kamis (27/8/2026). Tampak jajaran Kejaksaan Negeri Soppeng, Polres Soppeng, Kodim 1423/Soppeng, Kemenag, FKUB, MUI, tokoh agama, serta jajaran pemerintah daerah duduk bersama menyatukan persepsi guna menjaga deteksi dini dan kerukunan di Bumi Latemmamala. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng / PMG / Andi Okkeng)


PALAPA MEDIA GROUP

Berani Bersikap Tegas dalam Nurani

FEATURE PALAPA - Kisah Kemanusiaan di Balik Fakta 

Oleh: Andi Okkeng


Saat Senyap Melukis Kedamaian: Menatap Upaya Kolektif Mengawal Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Bingkai Kemanusiaan


PALAPA INFO, SOPPENG — Di bawah naungan langit Soppeng yang tenang, kerukunan bukanlah seikat bunga plastik yang abadi tanpa dirawat. Ia adalah tanaman hidup yang membutuhkan siraman ketulusan, kesabaran, serta silaturahmi yang tak pernah terputus. Ketika perbedaan gagasan dan keyakinan berembus pelan di tengah dinamika zaman, keharmonisan tak boleh dibiarkan retak hanya karena prasangka yang tak tersapa.

Sadar bahwa kedamaian adalah amanah ilahi yang harus dijaga bersama, jajaran Polres Soppeng merajut kembali tali persaudaraan lintas elemen. Langkah ini terwujud dalam Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM) Kabupaten Soppeng yang digelar penuh hangat di Aula Kantor Camat Lalabata, Jalan Pemuda, Kelurahan Botto, Kamis pagi (27/8/2026).

Tepat pukul 10.35 WITA, aula bersahaja itu menjadi saksi bisu berkumpulnya para penjaga benteng kerukunan. Dipimpin oleh Kasi Intel Kejaksaan Negeri Soppeng, Nazamuddin, S.H., M.H., serta didampingi KBO Sat Intelkam Polres Soppeng, Ipda Heru Saptono, S.Sos., ruang tersebut dipenuhi gema ikhtiar bersama. Mulai dari perwakilan Kodim 1423/Soppeng, BIN, Kementerian Agama, Kesbangpol, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), hingga jajaran camat, lurah, dan kepala desa se-Kabupaten Soppeng, duduk melingkar dalam satu niat mulia: merawat harmoni.

Pertemuan PAKEM sejatinya bukan sekadar agenda rutin di atas kertas hukum. Lebih dari itu, forum ini menjadi wadah tabayyun—sebuah ikhtiar religius dan humanis untuk menyelami setiap seluk-beluk perkembangan keagamaan dan kepercayaan secara arif. Mencegah keresahan sebelum mekar menjadi prasangka, serta memadamkan benih kesalahpahaman sebelum menjelma konflik sosial.

Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kehadiran Polri dan negara di tengah dinamika keyakinan warga bukanlah untuk membatasi kebebasan beribadah, melainkan sebagai penjamin agar setiap insan dapat menjalankan keyakinannya dengan aman, tenang, dan saling menghormati.

"Kita tidak boleh menunggu sampai terjadi masalah baru bergerak. Setiap informasi yang muncul harus diperhatikan dan dikomunikasikan bersama. Dengan begitu, kalau ada potensi gangguan keamanan, kita bisa mengambil langkah lebih awal," ujar Kapolres dengan ketegasan yang menyejukkan.

Ia menjelaskan bahwa keberagaman tafsir dan pemahaman adalah sunnatullah yang harus disikapi secara bijaksana.

"Perbedaan harus kita sikapi dengan bijak. Jangan sampai perbedaan pemahaman menimbulkan pertentangan di tengah masyarakat. Polri akan terus membangun komunikasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan seluruh pihak terkait," lanjutnya.

Di barisan terdepan pelayanan, denyut nadir pengayoman itu diserahkan kepada para personel Bhabinkamtibmas. Merawat kedamaian hingga ke pelosok desa, mendengarkan bisikan resah warga, serta menjadi jembatan dialog sebelum letupan kecil terjadi. Kerukunan, dalam pandangan Kapolres, adalah sajadah panjang tempat seluruh elemen masyarakat sujud dan bersinergi bersama.

"Keamanan bukan hanya tugas Polri. Pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga memiliki peran yang sama. Kalau komunikasi terjalin dengan baik, setiap persoalan bisa diselesaikan lebih cepat sebelum menjadi konflik," tegas AKBP Hari Budiyanto.

Sebab pada akhirnya, keamanan dan kedamaian Soppeng bukan sekadar kalkulasi angka statistik kamtibmas. Ia adalah doa-doa yang dilantunkan dalam senyap malam, ketenteraman anak-anak yang tertidur lelap, serta senyum hangat antar tetangga di pagi hari. Ketika komunikasi terjalin rapat dengan ketulusan nurani, perbedaan tak lagi menjadi jarak, melainkan rahmat yang memperkaya keindahan Bumi Latemmamala.


Tidak ada komentar