Breaking News

Saat Sapu Menjadi Simbol Kepedulian, Jalan Udang Menyulam Kebersamaan



Keterangan Gambar:

Personel Polsek Tempe, Polres Wajo, dan lintas instansi bersama masyarakat melaksanakan kerja bakti membersihkan Jalan Udang, Kelurahan Watallipue, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Jumat (3/7/2026), sebagai dukungan terhadap Gerakan Nasional Indonesia Asri. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Wajo)


Oleh: Sabri


WAJO, PALAPA INFO — Pagi di Jalan Udang, Kelurahan Watallipue, Kecamatan Tempe, Jumat (3/7/2026), tidak hanya disambut cahaya matahari yang perlahan menyingkap langit Wajo. Ia juga disambut derap langkah orang-orang yang datang membawa niat yang sama: membersihkan, merawat, dan menjaga bumi kecil tempat mereka berpijak.

Di tangan mereka, sapu lidi, karung sampah, dan alat kebersihan lainnya bukan sekadar perlengkapan kerja bakti. Semua itu menjelma menjadi simbol kepedulian, bahwa mencintai lingkungan adalah bagian dari mencintai kehidupan itu sendiri.

Sejak pukul 07.30 Wita, personel Polsek Tempe bersama personel Polres Wajo dan lintas instansi bahu-membahu melaksanakan korvei atau kerja bakti di sepanjang Jalan Udang. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap Gerakan Nasional Indonesia Asri, sebuah ikhtiar kolektif untuk menghadirkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

Suasana pagi itu terasa berbeda. Tidak ada sekat jabatan, tidak ada batas institusi. Seragam kepolisian, pakaian dinas pemerintah, hingga busana warga biasa, semua larut dalam irama gotong royong yang sama.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut personel Kejaksaan Negeri Sengkang, Satpol PP Kabupaten Wajo, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Wajo, Dinas Sosial Kabupaten Wajo, serta Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Wajo, bersama masyarakat Kecamatan Tempe.

Mereka menyapu jalan, mengangkat sampah, membersihkan rumput liar, dan merapikan sudut-sudut lingkungan yang sebelumnya tampak terabaikan.

Di balik aktivitas fisik itu, ada pesan yang lebih dalam: kebersihan bukan sekadar urusan estetika, melainkan cerminan kesadaran.

Dalam nilai-nilai religius, kebersihan bahkan memiliki makna spiritual. An-nadhafatu minal iman, kebersihan adalah bagian dari iman. Sebuah ajaran yang mengingatkan bahwa merawat lingkungan sejatinya adalah bentuk syukur atas nikmat Tuhan.

Kapolsek Tempe, IPTU Irwan Taufik, menegaskan bahwa kerja bakti ini merupakan wujud nyata sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kembali budaya gotong royong serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Lingkungan yang bersih akan menciptakan suasana sehat, nyaman, dan memberikan manfaat bagi seluruh warga,” ujarnya.

Menurutnya, budaya gotong royong adalah warisan luhur bangsa yang tidak boleh memudar di tengah perubahan zaman.

Ketika masyarakat dan aparatur dapat bergerak bersama, maka persoalan yang tampak berat pun akan terasa ringan. Sebab kekuatan kebersamaan selalu melahirkan harapan.

IPTU Irwan Taufik juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Sinergitas yang terjalin dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap semangat kebersamaan seperti ini terus terpelihara dalam berbagai kegiatan sosial lainnya,” tambahnya.

Kerja bakti berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga sekitar pukul 09.00 Wita.

Namun sesungguhnya, yang tersisa setelah kegiatan itu bukan hanya jalan yang lebih bersih.

Ada sesuatu yang lebih berharga: tumbuhnya kesadaran bahwa lingkungan tidak akan terjaga oleh keluhan, melainkan oleh tangan-tangan yang mau bergerak. Bahwa kebersihan tidak lahir dari wacana, melainkan dari aksi nyata.

Dan pagi itu, di Jalan Udang, sapu-sapu yang bergerak perlahan seakan sedang menulis pesan sunyi kepada siapa pun yang melintas:
bahwa kota yang bersih selalu berawal dari hati yang peduli. 

Tidak ada komentar