Kapoksi Komisi V DPR Apresiasi Transmigrasi Patriot, Sebut Paradigma Baru Pembangunan Kawasan
Keterangan Gambar:
Kapoksi Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya (DWS) (tengah) memberikan keterangan pers saat menghadiri pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (29/7/2026). DWS mengapresiasi Kementerian Transmigrasi dalam upaya transformasi kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
PALAPA INFO, JAKARTA - Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi V DPR RI dari Fraksi Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya (DWS), mengapresiasi program Transmigrasi Patriot yang digagas Kementerian Transmigrasi (Kementrans).
Apresiasi itu disampaikan DWS saat menghadiri pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026.
Sebanyak 1.476 peserta Ekspedisi Patriot dilepas dalam kegiatan tersebut. Ribuan peserta yang terdiri dari mahasiswa, peneliti, hingga Guru Besar dari 10 perguruan tinggi negeri mitra serta ratusan perguruan tinggi lain di dalam dan luar negeri itu akan diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi, terutama di wilayah Indonesia Timur.
DWS menilai, upaya Kementrans membangun kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru merupakan langkah progresif.
"Dalam berbagai Rapat Kerja di Komisi V DPR RI, kami selalu mengingatkan kepada Pak Menteri Iftitah Sulaiman dan jajaran bahwa strategi pembangunan kawasan transmigrasi harus lebih progresif. Paradigma baru ini tidak lagi sekadar berfokus pada pemindahan penduduk antarwilayah, akan tetapi membangun kawasannya, ini tidak kalah penting," ujar DWS.
Menurut Anggota DPR RI Fraksi Gerindra itu, pengembangan kawasan transmigrasi yang sudah ada melalui hilirisasi industri dengan memperhatikan potensi kawasan dapat membuka banyak peluang lapangan kerja baru.
Ia juga menekankan pentingnya program Transmigrasi Patriot sebagai bentuk keberlanjutan pembangunan untuk mempercepat transformasi kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
"Saya kira ini cukup baik dan perlu kita semua kawal secara bersama. Bahwa paradigma lama selama ini, soal transmigrasi hanya sekedar memindahkan orang, kemudian selesai. Dengan adanya program ini, bukti sustainability pembangunan," pungkasnya. (Ibnu Sultan)

Tidak ada komentar