Menjemput Kedamaian Malam: Kisah Seragam Cokelat Penjaga Sajoanging
Keterangan Gambar:
DIALOG DI SEPERTIGA MALAM: Personel Polsek Sajoanging, Aipda Muliadi dan Bripda Muh. Hajar Aswad, membangun interaksi humanis dengan warga yang masih beraktivitas di sebuah gerai seluler "Amanah Celluler" Agen BRILink, Kecamatan Sajoanging, Kabupaten Wajo, Jumat (26/6/2026) malam. Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) melalui patroli dialogis roda dua ini terus digalakkan secara konsisten untuk memberikan rasa aman, menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, serta menjaga kekhusyukan dan ketenteraman lingkungan di tengah masyarakat pada malam hari. (Foto: Dok. Humas Polres Wajo)
Penulis: Sabri
Editor: Alimuddin
WAJO, PALAPA INFO – Malam telah mencapai puncaknya di Sajoanging ketika jam di dinding menunjukkan pukul dua puluh dua lewat. Angin malam berembus perlahan, membawa aroma tanah basah dan ketenangan yang merayap di antara rumah-rumah panggung khas Bugis. Di sudut sebuah gerai kecil beratapkan seng, bergelayut umbul-umbul biru putih Agen BRILink, cahaya lampu neon memancar hangat, menjadi oase kecil di tengah keheningan jalan desa yang mulai lengang pada Jumat (26/6/2026) malam.
Di sana, roda kehidupan belum sepenuhnya tertidur. Seorang wanita di balik etalase kaca dengan sabar melayani dua pemuda yang singgah untuk sekadar membeli pulsa atau bertukar cerita fana. Di sela-sela rutinitas sederhana penjemput rezeki malam itu, dua pasang langkah tegap mendekat. Bukan dengan raungan sirine yang mengagetkan, melainkan dengan senyum tulus dan sapaan santun yang meneduhkan jiwa.
Aipda Muliadi dan Bripda Muh. Hajar Aswad, dua personel Polsek Sajoanging, malam itu kembali menunaikan amanah luhur mereka. Mengendarai roda dua menyusuri jalan-jalan sunyi melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), keduanya hadir bukan sekadar sebagai penegak hukum, tetapi sebagai representasi negara yang hadir menjaga kedamaian batin warganya yang masih beraktivitas. Langkah kaki mereka yang tenang berpadu dengan keramahan masyarakat, menciptakan dialog humanis yang jauh dari kesan kaku.
Di bawah naungan langit malam yang diselimuti takdir penciptaan-Nya, kedua polisi ini berhenti sejenak. Mereka mendengarkan denyut kehidupan warga, menitipkan pesan-pesan kedamaian (Harkamtibmas), sekaligus mengingatkan dengan lembut bahwa keamanan adalah sebuah sajadah bersama yang harus dijaga dari segala noda gangguan ketertiban. Kehadiran mereka seolah menjadi jawaban atas doa-doa setiap hamba yang mendambakan rasa aman, baik dalam lelap tidur maupun dalam jemputan nafkah malam hari.
Kapolsek Sajoanging, IPTU Fadli, S.H., M.A.P., memaknai tugas mulia ini dengan dimensi yang lebih dalam. Bagi Kapolsek, patroli tidak sekadar rutinitas birokrasi, melainkan sebuah bentuk pengabdian yang bermartabat tinggi.
"Patroli malam ini adalah ikhtiar preventif kami, sebuah langkah nyata untuk memastikan setiap jengkal tanah di wilayah hukum Polsek Sajoanging senantiasa diselimuti ketenteraman. Kami ingin masyarakat merasa diayomi, merasa memiliki sandaran yang kokoh saat mereka masih harus terjaga di sunyinya malam," ujar IPTU Fadli dengan nada berwibawa.
Ia menambahkan bahwa baju cokelat yang melekat pada tubuh anggotanya adalah pakaian amanah perlindungan. Sinergi yang dibangun antara aparat dan masyarakat merupakan wujud dari gotong-royong yang mulia, karena menjaga ketenteraman lingkungan adalah tanggung jawab bersama di hadapan sesama manusia dan Sang Pencipta.
Ketika motor patroli kembali bergerak menembus kegelapan malam Sajoanging, lentera kecil di gerai pulsa itu tetap menyala terang. Sang pemilik dan warga sekitar kini merasa tak lagi sendiri menantang sepi.
Di balik keheningan yang kian larut, ada komitmen yang tak pernah tidur, menjaga agar Sajoanging tetap menjadi rumah yang aman, nyaman, dan penuh dengan kedamaian yang diberkahi.

Tidak ada komentar