Breaking News

Jejak Langkah Kecil Menuju Cahaya Masa Depan: Haru Biru Perpisahan di UPTD SDN 91 Pammana




Oleh: Sabri
Editor: Alimuddin

WAJO – Mentari pagi baru saja menyapa bumi Pammana, menyinari dedaunan hijau di halaman UPTD SDN 91 Pammana. Namun, suasana pagi ini, Rabu (24/6/2026) terasa berbeda. Hening, tetapi penuh dengan getaran emosi yang tak kasat mata. Langit yang cerah seakan ikut mengamini setiap doa yang terucap di hati, doa untuk keberangkatan jiwa-jiwa muda yang siap menjelajah dunia baru.

Hari ini adalah hari "Penammatan & Pelepasan" bagi para siswa Tahun Ajaran 2025/2026. Di sudut halaman sekolah yang asri, terlihat sekumpulan siswa berkemeja batik dan rok merah tua, duduk santai namun khidmat. Mereka sedang membaca, mungkin sebait doa atau sekelumit harapan, di tengah kerindangan pohon. Sesekali terdengar tawa renyah, namun segera senyap, berganti dengan tatapan yang menerawang ke masa depan. 

Di sisi lain, beberapa guru dalam balutan baju kurung khas daerah mendampingi mereka dengan senyum yang dipaksakan tegar, mencoba menyembunyikan keharuan.

Narasi puitis ini mengalir seiring langkah para tamu undangan memasuki ruangan acara yang telah dihias meriah dengan balon merah-biru dan latar belakang spanduk perpisahan. 

Meja utama, dengan hidangan sederhana namun penuh makna, menunggu para tokoh penting. Di sinilah, Bapak Andi Arman S.Pd. (Kepala Sekolah), Nasrullah Kadir S.Or (Lurah Pammana), dan para guru serta orang tua murid berkumpul, menyatukan rasa syukur dan doa untuk langkah-langkah selanjutnya.

"Setiap pelepasan adalah awal dari perjalanan baru yang lebih agung. Kami tidak melepaskan mereka, kami menghantarkan mereka dengan restu," ujar seorang guru senior, dengan mata berkaca-kaca, saat kami berbincang di sela-sela acara, di mana beliau dan rekan guru lainnya tampak bersahaja dan tenang.

Kehumanisan acara ini semakin terasa saat pandangan beralih ke deretan kursi para orang tua. Mereka duduk berdesakan, namun teratur, dalam ruang kelas yang dindingnya penuh hiasan dan bola-bola kertas oranye yang hangat. Wajah-wajah mereka adalah cermin dari ribuan doa dan perjuangan. Setiap senyum yang terkembang, setiap anggukan kepala, menyiratkan kebanggaan sekaligus kekhawatiran seorang tua yang akan melepas anaknya untuk menghadapi tantangan hidup yang lebih besar.

Rasa religius terasa kental ketika doa-doa keselamatan dilantunkan, memohon perlindungan Allah SWT untuk setiap langkah kaki para alumni muda ini. Air mata pun akhirnya tak terbendung lagi saat sesi pelukan antara guru dan murid, antara orang tua dan anak. Di setiap rangkulan, tersemat harap agar mereka tumbuh menjadi insan yang bermartabat, yang tidak hanya pintar, tetapi juga bijak dan berakhlak mulia.

Perjalanan ini memang masih panjang, seperti bentangan langit di atas Pammana. Namun, hari ini, di UPTD SDN 91 Pammana, jejak langkah kecil itu telah diletakkan dengan penuh restu dan doa. Mereka, bunga-bunga harapan bangsa, telah siap mekar dan mewangi di mana pun mereka berada, membawa bekal ilmu dan karakter yang telah disemaikan dengan penuh kasih sayang oleh para guru di sekolah yang bersahaja ini. 

Selamat jalan, anak-anakku, semoga cahaya masa depan selalu menuntun langkah kalian.

Tidak ada komentar