Breaking News

Dukung Ketahanan Pangan, Polda Sulsel Kawal Penyerapan Panen Jagung ke Bulog



Keterangan Gambar:


KAWAL KETAHANAN PANGAN: Personel Polisi Penggerak Polda Sulsel bersama pihak Perum Bulog saat mengecek kualitas dan mengawal proses pembongkaran hasil panen jagung milik kelompok tani binaan ke dalam gudang Bulog, guna memastikan stabilitas harga dan serapan pasar yang optimal demi mendukung swasembada pangan nasional. (Foto: Dok. Humas Polda Sulsel)



MAKASSAR, PALAPA INFO – Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) berkomitmen mendukung program ketahanan pangan nasional dengan mengawal langsung penyerapan hasil panen jagung petani oleh Perum Bulog Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar). Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus mempercepat swasembada pangan.

Melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan, Polda Sulsel melibatkan jajaran Polres, kelompok tani, Bulog, dan pemerintah daerah setempat untuk memastikan rantai distribusi berjalan lancar dari lahan hingga ke gudang penyimpanan.

Kepala Biro SDM Polda Sulsel, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan ribuan personel 'Polisi Penggerak' di berbagai wilayah. Tugas mereka adalah mendampingi petani sejak masa tanam hingga masa pascapanen.

"Personel Polisi Penggerak aktif memantau hasil panen, mendata volume produksi, dan berkoordinasi dengan Bulog agar hasil produksi petani terserap dengan baik sesuai standar yang ditentukan," ujar Kombes Pol Adi Ferdian dalam keterangan tertulisnya.

Selain memperkuat cadangan pangan pemerintah, program ini bertujuan memberikan kepastian pasar bagi para petani agar harga komoditas jagung tidak anjlok saat panen raya. 

Hingga saat ini, evaluasi rutin menunjukkan tren positif dengan meningkatnya volume serapan jagung dari lahan binaan Polri dan kelompok tani di Sulsel.

Kombes Pol Adi Ferdian menegaskan, kehadiran Polri tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada kesejahteraan petani melalui kepastian serapan pasar. Sinergi lintas sektoral ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. (*/Sabri)


Tidak ada komentar