Breaking News

Catatan Perjalanan Silaturahmi Smabo 83 yang Tak Lekang oleh Waktu


LAPORAN KHUSUS PALAPAINFO.COM


Simfoni Rindu di Puncak Bollangi


Oleh: Alimuddin

9-10/5/2026


Catatan Perjalanan Silaturahmi Smabo 83 yang Tak Lekang oleh Waktu


GOWA – Puncak Bollangi, yang sering dijuluki sebagai "Labuan Bajo"-nya Sulawesi Selatan, baru saja menjadi saksi bisu sebuah pertemuan emosional. Bukan sekadar plesiran biasa, lereng-lereng perbukitan di kawasan Malino ini menjadi tempat bertemunya kembali kepingan-kepingan ingatan yang sempat tersebar selama lebih dari empat dekade.

Reuni Smabo 83 (Alumni SMA Negeri 156 Watampone, kini SMA Negeri 1 Bone, angkatan 1983) bukan hanya sebuah seremoni, melainkan sebuah perjalanan pulang. Di bawah naungan langit Bawakaraeng, rindu yang telah dipendam selama puluhan tahun akhirnya menemukan muaranya.


Romantika di Atas Rush: Tawa dalam Perjalanan


Keseruan reuni ini bahkan sudah dimulai jauh sebelum kaki berpijak di Bollangi. Dalam perjalanan dari Watampone, ruang kabin mobil Rush menjadi saksi betapa kenangan masa SMA tak pernah benar-benar mati. Tawa pecah seketika saat kisah cinta lama mulai diungkit kembali.

Sebuah kisah klasik tentang "Cinta Segitiga" yang melibatkan seorang remaja putri, adik kelas setahun di bawah mereka, menjadi primadona pembicaraan. 

Suasana makin riuh ketika salah satu aktor utama dalam kisah tersebut mewanti-wanti dengan serius namun jenaka: 

"Tolong, dalam berita nanti, jangan sekali-kali tulis nama!" 

Pesan rahasia yang justru membuat ledakan tawa para penumpang tak terbendung lagi di sepanjang jalan menuju lokasi.


Kebanggaan Ketua dan Kehadiran Para Profesor


Dalam sambutannya, Ketua Smabo 83, H. Asnawi, S.H., M.H., tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Ia mengungkapkan bahwa reuni kali ini terasa sangat istimewa karena mencatatkan sejarah baru.

"Saya sangat terharu, karena baru kali ini reuni kita dihadiri oleh empat orang Profesor sekaligus," ujar H. Asnawi. Kehadiran para intelektual kebanggaan Smabo 83 yang kini berkiprah sebagai civitas akademika Unhas Makassar, yakni Prof. Indah Raya (yang hadir bersama suaminya), *

Prof. B. Takko, Prof. Altin Massinai, dan Prof. Sudirman Baco, menjadi kebanggaan tersendiri. Kehadiran mereka diharapkan menjadi spirit dan inspirasi bagi adik-adik siswa yang kini tengah menuntut ilmu di almamater SMA Negeri 1 Bone.


Diplomasi Domino: Dari Makassar hingga Ambon


Di sela-sela kehangatan reuni, ajang ketangkasan juga menjadi bumbu perekat persahabatan. Sebelum acara malam itu berakhir, duet maut Hidayat Hafid dari Makassar berpasangan dengan Sudorman Sehe yang datang jauh-jauh dari Ambon, berhasil menunjukkan taringnya. Keduanya sukses menyingkirkan lawan-lawan tangguh dan keluar sebagai Juara I dalam pertandingan domino.

"Ini bukan soal hadiah, tetapi ini soal cerita buat anak cucu nanti. Bahwa di acara reuni ini, kakeknya yang berpasangan dengan Pak Sudirman dari Ambon mampu keluar sebagai juara!" seru Hidayat dengan bangga, yang disambut tepuk tangan riuh rekan-rekan lainnya.


Jejak Cinta yang Tak Pernah Usai


Meskipun beberapa peserta harus pulang lebih dini, kehangatan yang tercipta di Bollangi tetap membekas. Dari pembacaan puisi yang syahdu hingga doa bagi rekan-rekan yang telah mendahului pulang ke Rahmatullah, setiap momen adalah rajutan iman dan silaturahmi.

Saat para alumni meninggalkan kawasan Malino, rindu itu mungkin belum sepenuhnya tuntas. Namun, satu hal yang pasti: jejak silaturahmi yang telah dipahat di Puncak Bollangi akan menjadi bahan bakar semangat untuk pertemuan berikutnya. Karena bagi Smabo 83, persaudaraan adalah rumah, dan mereka akan selalu menemukan jalan untuk pulang.


Tidak ada komentar