Breaking News

Rajutan Ukhuwah di Bumi Latemmamala: Kala Syawal Menyatukan Hati dalam Harmoni Kamtibmas

Keterangan Gambar:

SINERGI DALAM SPIRITUALITAS: Kasat Binmas Polres Soppeng, IPTU Andri Hermansyah, S.Sos., M.Si. (tengah, berseragam Polri), bersama unsur Forkopimda, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, dan jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Soppeng saat menghadiri kegiatan Syawalan 1447 H di Watansoppeng, Sabtu (4/4/2026). Pertemuan ini bertujuan memperkuat tali silaturahmi dan koordinasi lintas sektoral demi menjaga kondusifitas kamtibmas pasca-Lebaran. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)



Penulis: SM Kalawala

Editor: Alimuddin


SOPPENG – Pagi itu, Sabtu (4/4/2026), langit di atas Watansoppeng tampak cerah, seolah ikut merestui sebuah pertemuan yang dibasuh oleh semangat kemenangan. Di atas hamparan Lapangan Kantor Muhammadiyah Soppeng, aroma silaturahmi tercium lebih kuat dari aroma kopi pagi. Di sana, bukan sekadar sebuah acara seremonial yang digelar, melainkan sebuah ikhtiar untuk melangitkan doa dan membumikan persaudaraan.

Kegiatan Syawalan 1447 H yang dirangkaikan dengan Musyawarah Pimpinan I Daerah Muhammadiyah Soppeng menjadi muara bertemunya berbagai elemen masyarakat. Di bawah tenda bernuansa hijau-putih, sekitar 100 jamaah duduk bersila dan berjajar, membawa sisa-sisa kekhusyukan Ramadhan yang baru saja berlalu ke dalam sebuah forum yang penuh kehangatan.

Hadir mewakili Kapolres Soppeng, Kasat Binmas IPTU Andri Hermansyah, S.Sos., M.Si., berdiri di antara jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat. Kehadirannya bukan sekadar bentuk pengamanan, melainkan simbol kehadiran negara yang ingin memeluk erat tokoh agama dalam menjaga kedamaian di "Bumi Latemmamala".

"Syawalan ini adalah momentum bagi kita untuk menjahit kembali jalinan ukhuwah Islamiyah. Keamanan bukan hanya soal patroli, tapi soal bagaimana hati kita saling terhubung dalam harmoni," tutur IPTU Andri dengan nada yang rendah namun penuh penegasan.

Suasana semakin syahdu saat Dr. Dahlan Lamabawa, S.Ag., M.Ag., Wakil Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, mulai melantunkan hikmah Syawalan. 

Kalimat-kalimatnya mengalun perlahan, mengingatkan bahwa esensi dari Idul Fitri adalah kembalinya manusia pada fitrah kasih sayang. 

Di deretan kursi tamu, perwakilan Bupati Soppeng, anggota DPRD, dan unsur TNI tampak mengangguk takzim, menyerap setiap butir pesan spiritual yang disampaikan.

Bagi Polres Soppeng, dukungan dari organisasi seperti Muhammadiyah adalah napas bagi stabilitas daerah. Sinergi ini ibarat dua sisi mata uang yang tak terpisahkan; spiritualitas yang terjaga akan melahirkan ketertiban sosial (kamtibmas) yang berkelanjutan.

Ketika matahari mulai bergeser tepat di atas kepala pada pukul 11.45 WITA, acara ditutup dengan jabat tangan yang erat, sebuah gestur sederhana yang melambangkan janji untuk menjaga Soppeng tetap kondusif. Meski seremoni telah usai dan dilanjutkan dengan musyawarah internal, namun jejak persaudaraan yang tertinggal di lapangan itu seolah menegaskan bahwa di Soppeng, kedamaian adalah ibadah yang dirawat bersama.


Tidak ada komentar