Breaking News

KRYD Kuatkan Rasa Aman di Pelabuhan Bangsalae Siwa


Keterangan Gambar:

Petugas kepolisian dari Polsek Urban Pitumpanua melakukan pengamanan dan pemantauan aktivitas penumpang serta kendaraan di area Pelabuhan Ferry Bangsalae Siwa, Kabupaten Wajo, saat pelaksanaan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). (Foto: Dokumentasi Humas Polres Wajo)


Oleh: Sabri


WAJO — Di antara deru mesin kendaraan dan langkah kaki para penumpang yang bergegas, Pelabuhan Ferry Bangsalae Siwa menjadi saksi pertemuan dua dunia: darat dan laut. Di ruang yang riuh itu, negara hadir dalam wujud yang sederhana namun tegas, seragam cokelat yang berdiri siaga, memastikan setiap perjalanan berlangsung aman.

Pada Senin, 6 April 2026, Polsek Urban Pitumpanua kembali mengintensifkan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). Upaya ini bukan sekadar rutinitas, melainkan refleksi dari komitmen menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di kawasan vital seperti pelabuhan yang menjadi nadi mobilitas warga.

Di bawah koordinasi Satgas Samapta, pengamanan dilakukan secara terbuka di berbagai titik pengawasan. Petugas tidak hanya berdiri sebagai penjaga, tetapi juga sebagai pengamat arus kehidupan, memastikan setiap kendaraan yang masuk, setiap penumpang yang berangkat, hingga setiap kapal yang bersandar, berada dalam kendali situasi yang aman dan tertib.

Hari itu, dua kapal ferry tercatat berangkat menuju Tobaku, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. KMP Merak berlayar lebih pagi, membawa ratusan penumpang bersama puluhan kendaraan dari berbagai jenis. Menyusul kemudian KMP New Rose yang melanjutkan denyut perjalanan di siang hari. Angka-angka itu bukan sekadar statistik, melainkan potret dinamika ekonomi dan sosial yang terus bergerak.

Tak hanya kapal besar, arus manusia juga mengalir melalui kapal fiber, lebih kecil, namun tak kalah penting. Puluhan hingga ratusan orang berpindah dari Siwa ke Tobaku dan sebaliknya, membentuk jalinan konektivitas antarwilayah yang hidup.

Kapolsek Urban Pitumpanua, Andi Suhidin, menegaskan bahwa KRYD merupakan langkah preventif yang tak boleh berhenti. Baginya, pelabuhan adalah titik rawan sekaligus strategis, tempat di mana potensi gangguan bisa muncul, tetapi juga di mana rasa aman harus paling terasa.

“Melalui KRYD ini, kami memastikan seluruh aktivitas masyarakat berjalan aman, tertib, dan lancar. Ini bagian dari pelayanan Polri,” ujarnya.

Lebih dari sekadar pengamanan fisik, kegiatan ini juga diiringi dengan langkah yustisi. Penumpang yang datang dan pergi diperiksa dengan pendekatan persuasif, mengingatkan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga kesadaran bersama.

Di tengah lalu lintas manusia dan kendaraan yang tak pernah benar-benar berhenti, kehadiran polisi menjadi semacam jangkar, menahan agar segala sesuatu tetap pada jalurnya. KRYD bukan hanya soal patroli, tetapi tentang merawat rasa aman di ruang publik yang dinamis.

Dan di Pelabuhan Bangsalae Siwa, di antara hiruk-pikuk perjalanan, rasa aman itu terus dijaga, diam-diam, namun pasti.

Tidak ada komentar