Breaking News

Di Antara Duka dan Doa, Satlantas Polres Soppeng Mengawal Perjalanan Terakhir dengan Hati


Keterangan Gambar:

Personel Satlantas Polres Soppeng mengawal iring-iringan jenazah di kawasan Cabenge, Kecamatan Lilirilau, Jumat (10/4/2026), sebagai bentuk pelayanan kemanusiaan dan empati kepada keluarga yang berduka. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)


Penulis: Syamsuddin Andy


Langit pagi di Soppeng menggantungkan awan kelabu, seolah turut merasakan duka yang menyelimuti sebuah keluarga di Cabenge, Kecamatan Lilirilau. Di tengah isak yang tertahan dan doa yang lirih terucap, sebuah iring-iringan perlahan bergerak—mengantar seorang insan menuju peristirahatan terakhirnya.

Di balik kesunyian itu, hadir sosok-sosok berseragam yang tak sekadar menjalankan tugas, tetapi juga menghadirkan keteduhan. Personel Satuan Lalu Lintas Polres Soppeng berdiri di garis pengabdian, mengawal perjalanan jenazah almarhum Firman dengan penuh hormat dan empati, Jumat, 10 April 2026.

Sejak pukul 09.00 WITA, dari rumah duka di Cabenge, iring-iringan jenazah mulai bergerak menuju pemakaman keluarga. Di sepanjang jalan yang dilalui, suara kendaraan melambat, memberi ruang bagi sebuah perjalanan yang tak akan terulang. Polisi lalu lintas sigap mengatur arus, memastikan setiap langkah terakhir itu berlangsung aman, tertib, dan penuh penghormatan.

Bagi keluarga yang ditinggalkan, pengawalan ini bukan sekadar pengaturan lalu lintas. Ia adalah bentuk kepedulian, bahwa dalam duka yang mendalam, mereka tidak berjalan sendiri. Ada negara yang hadir, ada tangan-tangan yang menjaga, dan ada hati yang ikut merasakan kehilangan.

Kapolres Soppeng, Aditya Pradana, menegaskan bahwa pengawalan jenazah merupakan bagian dari pelayanan kemanusiaan Polri. Sebuah panggilan tugas yang tidak hanya berlandaskan aturan, tetapi juga nilai-nilai empati dan kemanusiaan.

“Ini adalah wujud kehadiran kami untuk memastikan proses berjalan aman dan lancar, sekaligus sebagai bentuk empati kepada keluarga yang ditinggalkan,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar pengamanan, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa tugas kepolisian tidak selalu tentang hukum dan penindakan. Ada sisi lain yang tak kalah penting, menghadirkan rasa aman, menenangkan, dan menjadi bagian dari duka masyarakat.

Hingga prosesi pemakaman usai, iring-iringan kembali dalam keheningan. Tanah telah menutup liang lahat, namun jejak kepedulian itu tetap tinggal, menguatkan bahwa di setiap perpisahan, selalu ada nilai kemanusiaan yang menyatukan.

Di antara duka dan doa, pengabdian itu hadir tanpa suara, namun terasa begitu dalam.

Tidak ada komentar