Sajadah Aspal di Ambang Fitri: Kala Nurani Mengatur Denyut Kota
Keterangan Gambar:
KHIDMAT DI TENGAH KERAMAIAN: Seorang personel Satlantas Polres Soppeng berdiri tegak mengatur arus lalu lintas di kawasan pasar tumpah, Kamis (19/3/2026). Di tengah melonjaknya aktivitas masyarakat menjelang Idul Fitri 1447 H, kehadiran petugas merupakan wujud kepatuhan terhadap instruksi pimpinan sekaligus dedikasi nurani untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi warga yang tengah bersiap menyambut hari kemenangan. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)
SOPPENG – Di bawah langit Soppeng yang mulai merunduk khusyuk menuju gerbang 1 Syawal 1447 H, keriuhan pasar tumpah bukan sekadar tempat bertukarnya materi. Di sana, di antara deru mesin dan kepulan debu, ada rindu yang berkejaran dengan waktu; rindu masyarakat akan hidangan lebaran dan hangatnya pelukan keluarga. Kamis (19/3).
Di tengah pusaran arus kendaraan yang kian padat di Pasar Sentral Lalabata dan Pasar Batu-Batu, nampak sosok-sosok berseragam berdiri tegak. Mereka bukan sekadar penghalau macet, melainkan penjaga ketenangan ibadah sesamanya. Bagi para personel Satlantas Polres Soppeng ini, aspal yang panas adalah sajadah panjang tempat mereka mengabdi.
Dalam menjalankan tugas Operasi Ketupat Pallawa 2026 ini, terpancar sebuah harmoni dedikasi yang menyentuh hati. Beberapa petugas tampak sangat patuh melaksanakan perintah Komandannya, namun di balik ketegasan itu, mereka jauh lebih patuh terhadap panggilan nuraninya. Nurani yang membisikkan bahwa kelancaran jalan bagi seorang ibu yang berbelanja kebutuhan hari raya, atau seorang ayah yang hendak pulang bertemu buah hati, adalah bagian dari ibadah yang tak ternilai harganya di mata Sang Khalik.
Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., memandang fenomena ini sebagai bentuk penyerahan diri kepada kemanusiaan.
"Di pasar-pasar yang padat ini, kami hadir bukan untuk membatasi, tapi memastikan kebahagiaan masyarakat menyambut Idul Fitri tidak terhambat oleh kemacetan. Ini adalah bentuk kesiapsiagaan dan rasa cinta kami pada masyarakat," tuturnya dengan nada teduh.
Sejalan dengan itu, Kasat Lantas Polres Soppeng, AKP H. Alwi, S.Pd., M.Si., memastikan bahwa meski aktivitas memuncak sejak pukul 09.00 WITA, situasi tetap terkendali. Peluh yang menetes dari dahi para petugas seolah menjadi saksi bisu bahwa menjaga kenyamanan sesama adalah cara mereka menjemput keberkahan di penghujung Ramadan.
Di antara klakson yang bersahutan, terselip doa agar setiap langkah kaki dan putaran roda di bumi Latemmamala ini membawa keberkahan. Karena pada akhirnya, ketertiban di jalan raya adalah cerminan dari hati yang tenang dalam menyongsong hari kemenangan yang suci.


Tidak ada komentar