Breaking News

Maksimalkan Pekarangan Bergizi, Polda Sulsel Jadikan Uwi Ungu Pangan Lokal Unggulan






MAKASSAR – Biro Sumber Daya Manusia (Biro SDM) Polda Sulawesi Selatan secara nyata mendukung program Ketahanan Pangan Nasional melalui peluncuran program Pekarangan Pangan Bergizi. Hal ini ditandai dengan penanaman 550 bibit Uwi Ungu di lahan aset Polda Sulsel, Selasa (3/2/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di depan Rusunawa Polda Sulsel ini memanfaatkan lahan seluas 225 meter persegi. Bibit yang ditanam merupakan hasil penyemaian mandiri selama dua bulan terakhir untuk memastikan kualitas pertumbuhan yang optimal.

Hadir dalam kegiatan tersebut Karo SDM Polda Sulsel Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, S.I.K., M.H., Kabagbinkar AKBP Candra Kurnia Setiawan, S.I.K., M.M., para Kasubbag di lingkungan Biro SDM, serta personel lulusan Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) Pertanian TA 2025.

Karo SDM Polda Sulsel, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen dan keseriusan Polda Sulsel dalam mengawal kebijakan pemerintah terkait kedaulatan pangan.

"Hari ini Biro SDM Polda Sulsel memanfaatkan lahan P2B (Pekarangan Pangan Bergizi) untuk menanam 550 bibit Uwi Ungu. Kegiatan ini melibatkan adik-adik Bakomsus Pertanian dengan harapan dapat meningkatkan produksi pangan lokal serta menjaga stabilitas ketahanan pangan, khususnya di Sulawesi Selatan," ujar Kombes Pol Adi di lokasi penanaman.

Kombes Pol Adi juga menjelaskan bahwa program ini akan segera diduplikasi oleh seluruh Satuan Wilayah (Satwil) di jajaran Polda Sulsel. Pihak Biro SDM akan menyuplai bibit untuk dikembangkan di setiap Polres jajaran.

"Kami ingin Polri, khususnya Polda Sulsel, menjadi pelopor dalam mengangkat kembali potensi pangan lokal. Uwi ungu ini bukan sekadar umbi, tetapi pangan fungsional yang kaya karbohidrat, protein, dan antosianin sebagai antioksidan yang sangat baik untuk kesehatan," jelasnya.

Melalui program ini, Polda Sulsel berharap dapat memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan lahan produktif, sekaligus memperkuat ketersediaan pangan bergizi yang bersumber dari kearifan lokal. (*Sabri,)

Tidak ada komentar