Breaking News

Mengubah Batas Desa: Tellu Limpoe, Juara Literasi yang Lahir dari Semangat Gotong Royong



Keterangan Gambar : 

Kepala Desa Tellu Limpoe, Darwis, S.IP, (kiri) bersama salah satu peserta Jambore Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025 di Markas Rindam XIV/Hasanuddin, Pakkatto, Kabupaten Gowa. Darwis hadir menerima Penghargaan Desa Terbaik dalam Pengelolaan Perpustakaan Umum Desa dari Gubernur Sulawesi Selatan.



Laporan : Chemank Farel

Editor : Alimuddin


Desa Tellu Limpoe: Kisah Sukses Menggali Ilmu dari Rak Buku


GOWA – Di antara deretan hutan pinus dan barisan tenda militer yang kokoh di Markas Rindam XIV/Hasanuddin, Pakkatto, Kabupaten Gowa, terselip sebuah kisah inspiratif dari Kabupaten Soppeng. Bukan tentang baris-berbaris atau strategi tempur, melainkan tentang kekuatan aksara yang mampu mengubah wajah desa.

Malam itu, Sabtu (13/12/2025), Desa Tellu Limpoe, Kecamatan Marioriawa, resmi menorehkan tinta emas. Di hadapan ratusan pasang mata yang menyaksikan Jambore Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025, Darwis, S.IP, Kepala Desa Tellu Limpoe, melangkah tegap menerima piagam bergengsi dari Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Penghargaan itu mengukuhkan Tellu Limpoe sebagai Desa Terbaik dalam Pengelolaan Perpustakaan Umum Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025. Ini adalah pengakuan bahwa di balik kesunyian desa, semangat literasi tengah berdenyut kencang.

Inovasi Sunyi yang Menarik Perhatian Provinsi

Penghargaan ini bukan sekadar piala pajangan. Tellu Limpoe dinilai berhasil melampaui standar konvensional dalam mengelola perpustakaan desa. Tim penilai melihat adanya inovasi yang aktif, berkelanjutan, dan berdampak nyata pada kehidupan masyarakat.

Perpustakaan Desa Tellu Limpoe tidak hanya berfungsi sebagai gudang buku, melainkan telah bertransformasi menjadi pusat kegiatan literasi yang dinamis. Program-program yang digagas mampu secara signifikan meningkatkan minat baca, memberdayakan warga, serta menanamkan budaya literasi yang kuat—semua berujung pada kontribusi konkret terhadap peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di tingkat akar rumput.

Makna di Balik Penghargaan: Buah Kerja Kolektif

Saat dihubungi, Darwis, S.IP, sang Kepala Desa, tak bisa menyembunyikan rasa haru dan bangganya. Namun, ia enggan menjadikan prestasi ini sebagai pencapaian pribadi. Dengan rendah hati, ia menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah milik bersama.

“Kami bersyukur dan berterima kasih atas penghargaan ini. Capaian ini bukan hasil kerja individu, melainkan buah dari kerja kolektif seluruh elemen masyarakat Desa Tellu Limpoe. Tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari warga, perpustakaan kita tidak akan bisa sampai di titik ini,” ungkap Darwis, menunjukkan bahwa leadership yang kuat berjalan beriringan dengan semangat gotong royong warga.

Penghargaan ini menjadi penanda, bahwa investasi pada literasi dan pengelolaan pengetahuan di tingkat desa adalah kunci untuk membuka potensi Sumber Daya Manusia yang unggul, mewujudkan Desa Tellu Limpoe sebagai teladan bagi desa-desa lain di Sulawesi Selatan.


Tidak ada komentar