Breaking News

Dari Gudang ke Meja Makan: Karo SDM Polda Sulsel Pastikan Stok Pangan Aman

Keterangan Gambar:

Sinergi menjaga ketahanan pangan – Kepala Biro SDM Polda Sulsel, Kombes Pol Aris Haryanto, bersama jajaran Polda Sulsel dan pimpinan Bulog Kanwil Sulselbar usai melakukan koordinasi di Makassar, Rabu (1/10/2025). Kunjungan ini menjadi bukti kepedulian Polri dalam memastikan stok pangan, khususnya jagung, tetap aman demi kesejahteraan masyarakat. (Foto: Dokumen Humas Polda Sulsel) 


MAKASSAR – Di tengah riuh lalu lintas Jalan A.P. Pettarani, gedung Bulog Kanwil Sulselbar tampak lebih ramai dari biasanya pada Rabu (1/10/2025) siang. Bukan tanpa sebab. Siang itu, Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Aris Haryanto, hadir bersama rombongan untuk memastikan satu hal yang paling mendasar: ketersediaan pangan untuk masyarakat.


Jagung, komoditas yang kerap menjadi denyut nadi petani di Sulawesi Selatan, menjadi sorotan utama dalam kunjungan tersebut. Aris tak sekadar datang sebagai pejabat, melainkan juga sebagai sosok yang ingin melihat langsung bagaimana gudang-gudang Bulog menampung hasil bumi rakyat.


“Kami ke Bulog untuk berkoordinasi sekaligus mengecek ketersediaan penampungan dalam serapan jagung kuartal III dan rencana kuartal IV tahun 2025. Kami juga ingin memastikan distribusi pangan berjalan lancar serta menjalin kerja sama dalam menjaga stabilitas pangan,” tutur Kombes Aris usai meninjau gudang Bulog.


Rombongan Polda Sulsel tak datang sendiri. Ia didampingi Kabagbinkar AKBP Candra Kurnia Setiawan, Kasubbagmutjab Kompol Akhmad Rivandi, hingga Iptu Aswar Alimin dan anggota Gugus Tugas Polda. Dari pihak Bulog, jajaran pimpinan hadir lengkap: Kepala Kanwil Bulog Sulselbar Fahrurozi, Manajer Pengadaan Rahmatulla, Manajer Operasional Lisnawati, serta Wakil Pimpinan Suarsi.


Kehadiran aparat kepolisian ini mendapat apresiasi dari pihak Bulog. “Terima kasih atas kunjungan, dukungan, dan bantuan Polda Sulsel dalam penyerapan jagung di wilayah Sulawesi Selatan,” ungkap Fahrurozi dengan senyum yang mencairkan suasana.


Tak hanya memberi sambutan, ia juga memaparkan capaian Sulsel dalam serapan jagung. Secara nasional, provinsi ini menempati posisi ketiga dengan angka penyerapan 15.000 ton, sementara masih ada ruang sekitar 10.000 ton di gudang. Namun, tantangan tetap ada.


“Kendala utama kami adalah keterbatasan gudang. Bulog memiliki 240 unit gudang, ditambah 134 unit sewa, namun sebagian besar masih diprioritaskan untuk penyimpanan beras,” jelasnya.


Kunjungan ini seakan memberi gambaran nyata bahwa menjaga stabilitas pangan bukan hanya tugas Bulog semata, melainkan juga memerlukan sinergi bersama aparat kepolisian. Di gudang-gudang yang sunyi dan dingin, jagung-jagung yang tersusun rapi itu menyimpan harapan: rakyat Sulawesi Selatan tetap bisa tersenyum karena pangan mereka terjamin. (Sabri) 




Tidak ada komentar